aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
(tak tahu judulnya apa, another favourite poem from sapardi djoko damono)
Archive for the ‘Bait-bait puisi’ Category
aku ingin mencintaimu
Posted in Bait-bait puisi on December 17, 2008 | Leave a Comment »
Kereta Api dan Maghrib
Posted in Bait-bait puisi on May 28, 2008 | Leave a Comment »
Maghrib sudah tiba,
Saat keretaku sampai di Jakarta
Terkadang masih mengantri kosong jalurnya
Orang-orang berebutan keluar dari kereta
Kami santai saja karena maghrib sudah tiba
Tak kan sempat mengejarnya sampai di kost sana
Jadi , sholatlah kami bertiga
di mushola dekatnya, lewati kumuh lorongnya
(Edisi kereta api)
mini sundae waffle ice cream
Posted in Bait-bait puisi on February 22, 2008 | Leave a Comment »
hmm, ingat malam itu
kita makan mini sundae waffle ice cream
kau mengemudi, aku menyuapimu
sambil menyusuri jalan jogjakarta
indahnya
dalam hati ku bertanya
kapankah kita
pulang menuju rumah yang sama
mungkin kali ini
Posted in Bait-bait puisi on June 18, 2007 | 3 Comments »
mungkin kali ini aku benar-benar pergi
ah, setelah semua kebimbangan
coba kuambil keputusan
bukankah tak ada gunanya menunggu
aku ini wanita
tak bisa tunggu lama-lama
aku mau pergi lari
hampiri cita-cita bersama pagi
tapi cintaku adalah kau
tak bolehkah kukejar?
mungkin kali ini aku benar-benar pergi
ah..andai kau tahan
sayang kau diam
terpaksa aku pergi
doa sederhana
Posted in Bait-bait puisi on June 18, 2007 | Leave a Comment »
jika cinta itu angin
rentangkan layarku
pada udara
yang tak panas
dan tak dingin
jika cinta itu laut
layarkan perahuku
pada ombak
yang tak badai
dan tak mati
(my favourite poem from sapardji djoko damono)
pembaca saja
Posted in Bait-bait puisi on June 5, 2007 | Leave a Comment »
aku pernah coba tulis cerita
tapi tak selesai
karena memang tak bakat mengkhayal
sekarang lagi gila puisi
lalu coba tulis satu
eh…malah jadi dua, sekarang tiga dan seterusnya
tapi kupikir lagi
rasanya biasa
tak istimewa
nggak ada feelnya
memang dasarnya bukan penulis
aku ini pembaca saja
muak
Posted in Bait-bait puisi on June 5, 2007 | Leave a Comment »
sepuluh jam per hari enam hari seminggu
kadang lebih
berjumpa dengan jejeran kotak-kotak hitam tertata rapi
di atas setiap meja di kantorku
pc pc yang menjadi jantung
melebihi jiwa jiwa yang menatapnya
mengalahkan semangat pekerja yang memakainya
entah apa jadinya tanpa mereka
tanpa pc itu maksudku
lama lama aku muak
sudah ya, sampai sini saja
Warteg
Posted in Bait-bait puisi on June 5, 2007 | Leave a Comment »
kunikmati kembali nasi hangatmu
berlauk tempe dan kadang telur atau sepotong ayam
tak lupa sedikit sambal
setiap hari lama lama aku bosan
tapi tidak para kuli bangunan
atau tukang becak dan sopir bajaj
tidak juga para pekerja rendahan sekitar komplek ini
karena itulah pilihan yang lebih baik daripada lapar
karena lainnya tak terjangkau tangan
karena istri tidak masak di rumah
karena ia belum dapet upah [...]
aku ingin
Posted in Bait-bait puisi on June 5, 2007 | Leave a Comment »
aku ingin sebentar saja
mengantarkan mimpi ke singgasana
hingga habis keluh kesah semua
dimanakah tempatnya?
aku ingin sesaat saja
melagukan doa para penyair
hingga tiada lagi kata
adakah kupikir?
aku ingin sekali saja
mencium rasa yang mati
hingga aku rasa jenuh
mungkinkah semua?
sekenaku
Posted in Bait-bait puisi on June 5, 2007 | Leave a Comment »
dingin telah membawaku beku
meniti jejak yang kau tinggalkan
dalam lamunan masa
pernahkah kau bertanya
apa itu cinta?
apa itu duka?
apa itu luka?
cinta adalah ikhlasnya malam pada pagi
hingga mereka tak sudi bersua
duka adalah gugurnya daun pada ranting
sampai menyokongnya bertahan
luka adalah ketika doa justru membawamu pergi