Lahirnya Lathifah (2)

The next morning, kira2 jam 7-an. Dokter2 mulai dateng satu2 ke kamar, cek ini cek itu,makin deg deg-an (pas nulis ini juga berasa deg2annya hahahaha). Di dorong pake kursi ke gedung sebelah (gedung bedah sentral namanya,ii serem). Sampe sana ganti pake bed, di dorong masuk ruang operasi. Sendiri, huaaaaaa, mo nangis kabur. Dokter2 berdatangan, wara wiri, buanyak, ada 10-an kek-nya. Lalu beberapa saat kemudian…jreng jreng, makin tegang…jantung tambah kenceng. Acara utama akan segera berlangsung. Prerequisite-nya adalah anestesi. :( ( Pas mau disuntik, dikasih bantal, dokternya bilang klo sakit di tahan yah, udah siap2 sambil terus berdoa, lalu, tau2 suntiknya udah…huee, ga berasa apa2, dokternya heran :D . Alhamdulillah. Lega, berlalu satu tahap. Fiuuuh.

Kemudian kaki dan badan separo mati rasa, suruh angkat kaki uda ga bisa lagi, mulailah para dokter beraksi. Pasang alat pengukur detak jantung (ga tau namanya), dan bunyinya tut tut tut kaya abis lari..hehehe, tegang banget. Trus diapain, diapain, dst dst ga tau, tibalah pas mau dibelah perutnya, meski ditutup kain, tapi keliatan dari atas soalnya bagian atas ruangnya bening kaya gitu, jadilah liat proses mengeluarkanmu nak hihihii.
(mencoba tertawa, padahal klo inget pas itu, takuttt).

Alhamdulillah, sudah lahir, tak terasa menetes air mata, bersyukur, senang liat pipi nyempluk Lathifah. Dibawa sama perawat, bunda cium cium deh. Hua hua hua (nangis terharu), aku jadi ibu. Dokter lanjut jahit2 bunda. Dedek dibawa keluar ketemu ayah. Sayang, nda bisa inisiasi menyusui dini. Hiks hiks, katanya karena cesar jadi tidak memungkinkan huhuhuh, padahal ternyata stlh tanya2 ada temen2 d rs jakarta cesar tp tetep bisa IMD walau mungkin cuma sebentar, dan dibantu sama perawat. Huhuhuhu. Suedihnya. Bunda msih terbaring nunggu bius ilang sampe jam 12 siang. Hiks. Nanti kalau lahir anak ke-2 dst (:p) klo bisa sih nda cesar, tp kl harus cesar, bunda akan pastiin bener2 pilih RS yg tetep mendukung IMD.

(to be continued)

This entry was posted in Diary Lathifah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s