Pagi itu, wajahmu terlihat sangat cantik saudariku.
Dalam balutan kebaya putih dan tiara di atas kepalamu.
Terindah di antara semua wajah.
Penantian telah berakhir, doa panjangmu yang engkau panjatkan telah dijawab oleh Yang Maha Kuasa.
Hari ini engkau bersanding dengannya yang engkau cinta.
Hari ini dua cinta menyatu dalam namaNya.
Air mata yang menitik saat ia ucapkan ’saya terima nikahnya … ‘ adalah air mata penuh bahagia dan haru.
Ku dapat rasakan bahagianya sampai ke lubuk kalbu.
Teriring doaku untukmu saudariku, semoga penuh barakah perjalanan hidupmu.
22 Maret 2009, teruntuk Reni, saudariku yang kucintai karena Allah