Nahwal Walidain July 14, 2008
Posted by dua rahasia in Ar Rahman.trackback
Seri Kewajiban Muslimah 1 : Nahwal Walidain
Setiap manusia yang dilahirkan ke dunia ini secara otomatis ia akan mendapatkan posisi sebagai seorang anak, laki-laki ataupun perempuan. Dan kewajiban pertama yang harus ditunaikannya adalah kewajiban kepada kedua orangtuanya. Ingat pelajaran yang diberikan Luqman kepada anaknya.
Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar”. (QS 31:13)
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS 31:14)
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS 31:15)
Sungguh, teramat sangat besar kasih sayang kedua orangtua, tak pernah dapat dibalas oleh seorang anak walaupun ia berikan dunia ini dan seluruh isinya. Dan sungguh sampai kapanpun tidak akan pernah kasih sayang yang diberikan seorang anak dapat menyamai semua penngorbanan dan kasih sayang kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan yang lemah, melahirkannya ke dunia dengan taruhan nyawa, terbangun setiap malam karena tangisnya, menyusui dan memberikan makanan terbaik untuknya, membersihkan kotorannya. Semua dengan penuh cinta dan keikhlasan, tiada lain hanya berharap bahwa anaknya akan tumbuh dewasa dan berbahagia. Ayahnya telah bekerja keras untuk membelikannya pakaian terbaik, membiayai sekolahnya sampai tinggi, mengajaknya bermain dan rela menjadi kuda-kudaan bagi anaknya. Mungkin tulangnya terasa sakit, dan mungkin badannya telah lelah saat itu. Namun demi sang anak tercinta, rasanya semua tak terasa.
Semua cinta diberikan, walaupun mungkin mereka menyadari bahwa suatu saat anaknya akan menjadi dewasa dan pergi. Beruntunglah kedua orang tua yang memiliki anak laki-laki, karena ia akan selalu menjadi milik ibunya sedangkan anak perempuan suatu hari akan menjadi milik suaminya. Karena itu untukmu wahai muslimah, apakah engkau sudah melakukan sesuatu yang optimal buat keduanya, karena kesempatan itu mungkin tidak akan ada lagi.
Allah memberikan tuntunan kepada manusia untuk memenuhi kewajiban seorang anak kepada orang tuanya :
1. Melembutkan dan merendahkan hati
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS Al Israa’ 17:24)
Merendahkan hati yang dimaksud disini adalah seperti rendahnya seorang budak kepada majikannya atau seperti seorang rakyat kepada penguasanya. Zubair bin Awwam menafsirkan bahwa merendahkan disini adalah tidak pelit terhadap sesuatu yang mereka sukai.
Dikisahkan pada zaman rasulullah ada seorang bernama Aqamah,ia seorang ahli ibadah namun sangat sulit melewati sakaratul maut. Ternyata itu disebabkan ibunya tidak ridha kepadanya. Lalu Rasulullah mendatangi ibunya namun sang ibu tidak mau memaafkannya. Akhirnya rasulullah menyuruh untuk membakar Aqamah. Tidak tega dengan itu akhirnya ibunya memaafkannya dan barulah Aqamah dapat melewati sakaratul maut. Riwayat mengatakan bahwa ibunya tidak ridha kepadanya karena Aqamah pernah memberikan susu terlebih dahulu kepada istrinya dan bukan kepada ibunya. Riwayat lain mengatakan bahwa ibunya tidak ridha karena Aqamah memberikan sutera kepada istrinya dan menurut ibunya sutera itu lebih baik.
2. Ucapan yang baik
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS Al Israa’ 17:23)
Hasan bin Ali bin Abi Thalib mengajarkan , panggillah dengan panggilan ayah atau bunda dan tidak memanggil namanya.
Diriwayatkan seorang sahabat datang kepada Rasul bersama orang tuanya, dan Rasul mengajarkan kepadanya :
- Jangan berjalan di depannya
- Jangan duduk sebelumnya
- Jangan memanggil namanya
- Jangan mencelanya
Zuhair bin Muhammad mengajarkan jika dipanggil oleh kedua orang tuamu maka jawablah ‘labbaik wa sadaik’ , aku penuhi panggilanmu (wahai ibu/ayah).
Dicontohkan oleh Abu Hurairah, setiap kali ia akan pergi keluar rumah, entah ke Masjid atau ke pasar, ia selalu mengucapkan salam seperti ini kepada ibunya ‘Assalaamu’alaikum wr wb. Semoga Allah merahmatimu sebagaimana engkau telah merawatku sejak aku kecil’. Dan inilah jawaban ibundanya ‘Wa’alaikum salam wr wb. Semoga Allah mengampunimu karena engkau telah berbakti kepadaku di saat aku telah tua’. Subhanallah.
3. Meringankan beban keduanya
Ibnu Katsir melihat seorang sedang thawaf sambil menggendong ibunya, kemudian ia datang dan menemui bertanya pada rasulullah ‘Ya Rasul, apakah dengan ini aku telah memenuhi kewajibanku kepada ibuku?’ Rasul menjawab, ‘Tidak seujung kukupun yang kau lakukan ini dapat membalas semua yang telah diberikan.’
Rasulullah, tidak merasakan kasih sayang yang penuh dari kedua orangtuanya, karena mereka meninggal ketika ia masih kecil. Rasul diasuh oleh ibu susunya, Halimatussa’diyah. Diriwayatkan bahwa ketika ibunya itu berkunjung di rumahnya, maka rasul langsung membentangkan sorbannya dan mempersilahkan ibunya itu untuk duduk di atasnya.
4. Kewajiban setelah keduanya meninggal
Saat manusia meninggal maka terputuslah amalnya kecuali tiga : amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakan mereka.
Di riwayatkan Abu Daud dan Ibnu Majah, bahwa Malik bin Rabah melihat seorang Anshor datang kepada Rasulullah dan bertanya ‘Apakah masih ada kewajiban yang dapat aku tunaikan setelah kedua orang tuaku meninggal?’. Ada empat hal :
- Menshalati ketika mereka meninggal
- Memohonkan ampun untuk keduanya
- Melaksanakan janji
- Menghormati teman dan silaturahim dengan kerabat
5. Mendoakan mereka
Allah dalam alquran telah mengajarkan doa kepada orang tua seperti pada QS Al Israa’ 17:24, dan QS Nuh 71:28
Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang lalim itu selain kebinasaan”. (QS Nuh 71:28)
Kajian Sholehah, TAM, 12 Juli 2008
Comments»
No comments yet — be the first.