jump to navigation

Puding vs Muffin June 12, 2008

Posted by dua rahasia in Catatan hati.
trackback

Mungkin tidak ada yang special dengan pudding ataupun muffin.  Keduanya hanyalah benda berwujud makanan yang kebetulan memiliki unsur yang sama, coklat. Tapi pudding dan muffin ini, memiliki arti yang sungguh berbeda jika dibuat atau diberikan oleh seseorang yang mempunyai arti berbeda di hati kita. Buatku pun berlaku, benda bernama pudding ini , bukan sekedar  makanan manis, terbuat dari agar-agar, gula, susu dan santan plus kelapa muda dan coklat. Pudding ini adalah pudding special, yang dibuatkan oleh orang yang special pula. Ditakar dengan timbangan kasih sayang yang pas, diaduk dan dicampur cinta yang tulus, dicetak dengan semangat dan  rindu (halah, berlebihan ya :D). Teringat kau pernah membuatkannya  hampir tengah malam untukku, di tengah kesibukanmu, padahal sudah begitu capek dengan urusan pekerjaan. Jadi tersanjung, dan terharu.  Pudingnya enaaak banget, suatu hari nanti kita harus buka warung special pudding. So, its not just pudding, it’s a very special pudding.

 

Lalu ada muffin. Hmm, semua temanku bilang rasanya biasa saja, muffin-nya breadtalk dengan potongan kejunya masih jauh lebih lezat.  Mereka juga heran, tiap jumat siang aku beli muffin, apa ndak bosen? Aku bilang, muffin ini bukan untukku, tapi untuk seseorang yang sangat menggemarinya, seseorang yang special tentu saja. Mungkin sebetulnya rasanya biasa saja, tapi kembali yang memberi adalah orang yang special juga (begitu kan?) Teringat juga hari itu, lagi sakit , pulang kantor pergi ke dokter, pulangnya sempet jalan kaki nyari serabi, sayangnya ndak ketemu, akhirnya aku naik angkot lagi berbalik arah untuk pergi beli muffin. Lumayan jauhnya, badan panas dan pegel semua. Luar biasa apa yang orang lakukan untuk cinta ya.

 

(For my special one, thanks for the pudding, I hope you still make them for me, many years from now)

Comments»

No comments yet — be the first.