Sahabat-sahabat June 30, 2008
Posted by dua rahasia in Catatan hati.add a comment
Sahabat-sahabatku, tanpa kalian mungkin ku tak seperti diriku sekarang ini. Tak terhitung episode yang kita rangkai dalam sinetron hidup ini bersama-sama. Setiap pribadi membawa warna sendiri-sendiri, namun semua tersusun indah membentuk pelangi.
Ada saat-saat suka, tertawa, bahagia. Ada ide-ide gila, ada keisengan, ada canda tawa. Banyak pelajaran saat kita mencoba saling mengerti. Lebih dari saudara. Ada cerita yang hanya kita miliki bersama. Ada perjuangan yang hanya kita yang rasa. Ada doa-doa yang terpanjatkan bersama. Seribu cerita yang tak kan pernah terwakili oleh kata-kata.
Saat bahagia dibagi bersama, sedihpun demikian pula. Terucap dari kalian kata-kata yang menyenangkan, nasihat yang senantiasa mengingatkan saat ada yang hampir keluar jalan. Semua saling membantu bersama-sama menjadi pribadi yang lebih baik, mencari bekal untuk menjadi seorang ummi.
Sahabatku, satu-persatu kalian pergi menjalin cerita sendiri. Namun kisah kita tak akan berhenti sampai sini. Kuharap dapat selalu menjadi bagian dari kalian sampai akhir nanti. Semoga Allah berkenan menyatukan kita di surgaNya yang abadi.
Sahabat-sahabatku, terima kasih atas semua cerita indah ini. Atas pengertian dan perhatian. Aku mencintai kalian karena Allah.
Antara Jogja dan Jakarta, cita-cita atau cinta? June 30, 2008
Posted by dua rahasia in Catatan hati.add a comment
Dua tahun yang lalu, aku pergi dari jogjaku tercinta, kota yang kukira tak kan pernah kutinggalkan, kota tempat tergantung cita-cita yang ingin kucapai, kota tempat cinta ingin kusandarkan. Tapi ternyata aku pergi juga dari sana ke sebuah kota yang aku sama sekali tak ingin menjamahnya, Jakarta, dan alasannya tak lain adalah cinta.
Lalu setahun kemudian kutemui pilihan, berjuang di Jakarta atau kembali menggapai cita-cita ke Jogjakarta. Aku memilih tetap tinggal, karena sebuah keyakinan dalam hati. Jalanku akan kumulai dari sini, aku tinggal demi cinta (lagi) dan cita-citaku telah menemukan tempat startnya lagi. Jadi kenapa harus pergi?
Waktu akhirnya kujalani, rutinitas kantor kost yang melelahkan. Tak bergairah sama sekali, rasanya hilang semangat yang dulu selalu ada padaku. Berpikir apakah salah keputusan yang telah diambil. Ah, aku kan telah memohon yang terbaik kepadaNya, sebuah jalan yang akan mengantarkanku semakin mendekatiNya. Ku menengok diri sendiri dan akhirnya menyadari, memang jalan inilah yang terbaik yang telah ditunjukkanNya kepadaku. Melihat perkembanganku, agama, psikologi, ekonomi, tak ada yang perlu kusesali. Walau kadang terasa ada sesuatu yang hilang, entah apa.
Dan dalam perjalanan ini , setelah hampir dua tahun, aku menemukan sebentuk cinta. Cinta yang berbeda. Menambah keyakinanku bahwa benarlah ini jalan yang terbaik. Tak terkira rasa syukurku kepadaNya.
Namun, sekali lagi, pilihan pulang ke Jogjakarta kembali datang. Kali ini lebih menggiurkan. Cita-cita yang begitu kuinginkan, sepertinya sebentar lagi akan tercapai. Aku hanya perlu memilih. Tapi lagi-lagi tak mudah membuat keputusan, ada cinta disini yang ingin kusandarkan , ada janji yang harus kupenuhi. Aku tak ingin tinggalkan cinta ini.
Sayang sepertinya takdir lagi-lagi senang mempermainkanku. Cinta itu tiba-tiba pergi. Serasa hilang kekuatanku untuk berdiri. Lelah diri ini. Inginkupun ku tak tahu lagi. Dalam hati bertanya apakah salah keputusan ini. Tapi aku tidak menyesal dengan semuanya. Ku percaya inilah yang terbaik.
Tak tahu lagi apa yang akan terjadi di depan. Aku masih mencoba kembali tegak. Demi cinta yang masih tersisa, demi cita-cita yang lebih mulia.
(untuk sahabat-sahabatku, kalianlah penonton setia episodeku, yang paling tahu tentang cinta ini, nanti akan kukabari akhir kisah ini)
Puding vs Muffin June 12, 2008
Posted by dua rahasia in Catatan hati.add a comment
Mungkin tidak ada yang special dengan pudding ataupun muffin. Keduanya hanyalah benda berwujud makanan yang kebetulan memiliki unsur yang sama, coklat. Tapi pudding dan muffin ini, memiliki arti yang sungguh berbeda jika dibuat atau diberikan oleh seseorang yang mempunyai arti berbeda di hati kita. Buatku pun berlaku, benda bernama pudding ini , bukan sekedar makanan manis, terbuat dari agar-agar, gula, susu dan santan plus kelapa muda dan coklat. Pudding ini adalah pudding special, yang dibuatkan oleh orang yang special pula. Ditakar dengan timbangan kasih sayang yang pas, diaduk dan dicampur cinta yang tulus, dicetak dengan semangat dan rindu (halah, berlebihan ya :D). Teringat kau pernah membuatkannya hampir tengah malam untukku, di tengah kesibukanmu, padahal sudah begitu capek dengan urusan pekerjaan. Jadi tersanjung, dan terharu. Pudingnya enaaak banget, suatu hari nanti kita harus buka warung special pudding. So, its not just pudding, it’s a very special pudding.
Lalu ada muffin. Hmm, semua temanku bilang rasanya biasa saja, muffin-nya breadtalk dengan potongan kejunya masih jauh lebih lezat. Mereka juga heran, tiap jumat siang aku beli muffin, apa ndak bosen? Aku bilang, muffin ini bukan untukku, tapi untuk seseorang yang sangat menggemarinya, seseorang yang special tentu saja. Mungkin sebetulnya rasanya biasa saja, tapi kembali yang memberi adalah orang yang special juga (begitu kan?) Teringat juga hari itu, lagi sakit , pulang kantor pergi ke dokter, pulangnya sempet jalan kaki nyari serabi, sayangnya ndak ketemu, akhirnya aku naik angkot lagi berbalik arah untuk pergi beli muffin. Lumayan jauhnya, badan panas dan pegel semua. Luar biasa apa yang orang lakukan untuk cinta ya.
(For my special one, thanks for the pudding, I hope you still make them for me, many years from now)
Cinta di ujung sajadah June 12, 2008
Posted by dua rahasia in Catatan hati.add a comment
Adakah cinta yang lebih indah dari cinta di ujung sajadah?
Cinta yang selalu memberi tanpa dimintai.
Cinta yang tak pernah membuatmu bersedih, yang tak pernah menyakitimu atau membuatmu kecewa.
Cinta yang setia mendengar ceritamu, mengerti keluh kesahmu.
Cinta yang menjagamu saat kau pergi menjauh dan merangkulmu kembali setelah kau lelah mencari.
Cinta yang senantiasa memaafkan dan tak pernah berpaling.
Cinta yang tetap tersenyum meski sering kau sakiti.
Cinta yang sering kau tinggalkan mencari cinta lain yang kau kira dapat membahagiakanmu
Adakah cinta yang lebih pantas untuk kau cintai selain cinta di ujung sajadah?
Quote June 2, 2008
Posted by dua rahasia in Quote.add a comment
… but still, you’re giving me up (10000BC, Evolet)
Nobita, aku datang (Doraemon)