Judul : GadjahMada II : Bergelut dalam kemelut Tahta dan Angkara
Pengarang : Langit Kresna Hadi
Kematian Ra Tanca meninggalkan tanya pada GadjahMada, Ra Tancakah orang yang ada di balik kata sandi Bagaskara manjer kawuryan, yang mempunyai jasa besar dalam menyelamatkan majapahit. Jika memang Ra Tanca adalah orangnya, mengapa ia tidak mengatakannya, mengapa malah membunuh Sri Baginda jayanegara. Dendamnya pada Jayanegara karena telah membunuh Ra Kuti lah yang dianggapnya alasan paling masuk akal.
Di sisi lain, kematian jayanegara membawa masalah baru lagi, siapakah yang akan ditunjuk menduduki dampar kekuasaan menggantikan beliau. Sri Jayanegara hanya mempunyai dua orang putri yang terkenal amat cantik. Ia adalah Sri Gitarja (yang lebih terkenal dengan gelar SriBhuwanatunggadewi jayawisnuwardhani) dan adiknya Dyah Wiyat. Menurut tradisi, anak pertamalah yang jelas akan menduduki kekuasaan itu, namun dalam lazimnya pergantian kekuasaan selalu saja ada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi. Bukan Dyah Wiyat yang dikuatirkan oleh GadjahMada atau para ibu suri. Namun pria di balik Dyah Wiyat dan Sri Gitarja lah yang kemungkinan besar akan terjadi persaingan. Tidak heran, karena dengan menjadi suami seorang raja, otomatis merekalah raja. Tersebutlah Raden Cakradara dan Raden Kudamerta dibalik kedua nama besar sekar kedaton. Tapi sekali lagi bukan keduanya yang berambisi untuk menjadi raja melainkan orang-orang di belakang merekalah yang sangat menginginkannya.
Belum lagi konflik perebutan kekuasaan ini berakhir, gadjahMada dikejutkan oleh berita bahwa Raden Kudamerta, yang akan segera menjadi pendamping Dyah Wiyat ternyata telah mempunyai seorang istri, bahkan seorang anak laki-laki. Raden Kudamerta yang sebenarnya sangat mencintai istrinya itu, berusaha selalu mencarinya. Keadaan membuat ia tidak bisa mengelak disandingkan dengan Dyah Wiyat. Pun Dyah Wiyat sendiri telah menyimpan sebuah nama dalam hatinya. Nama yang mengguncang jiwanya, yang menyisakan perasaan yang ia sendiri tak dapat mengerti. Nama yang telah mati dan tak kan pernah bangkit lagi. Nama itu adalah Ra Tanca. Cinta yang tumbuh entah sejak kapan, mungkin waktu itu ketika Ra Tanca mengobati Dyah Wiyat. Hubungan yang terus berlanjut setelah itu, bahkan setelah Ra Tanca akhirnya menikahi wanita lain. Dyah Wiyat yang telah dijadikan orang kedua oleh Raden Kudamerta merasa tidak bisa menerima semua itu, namun ia sendiri juga merasa telah sama berbohong. Perasaan bahagia yang terlihat jelas pada wajah kakaknya Sri Gitarja dan Raden Cakradara sama sekali tak terlihat pada raut wajahnya dan Raden Kudamerta.
Gemuruh isi hati Dyah Wiyat dan Raden Kudamerta hanya mereka saja yang tahu. Namun gemuruh isi kepala gadjahMada lain lagi ceritanya. Ia yang harus menyelesaikan perebutan kekuasaan antara pengikut Raden Cakradara dan Raden Kudamerta, ditambah lagi dengan usaha mengacaukan majapahit yang dilakukan oleh Nyai Tanca. Dengan kesigapannya, gadjahmada berhasil mengatasi semuanya termasuk solusi untuk mengangkat kedua kakak beradik itu sebagai raja berdua memimpin majapahit.
sungguh karya nan sarat dengan nilai sejarah.. setelah membaca buku gajah mada,membuat saya terkagum akan sejarah masa lalu tanah jawa..