jump to navigation

Gadjah Mada I June 6, 2007

Posted by dua rahasia in Kubacabuku.
trackback

Judul : Gadjah Mada
Pengarang : Langit Kresna Hadi

Menarik sekali mengikuti sejarah majapahit masa lalu. Kemegahan, kekuatan dan kisah-kisah cinta di baliknya. Walaupun tidak bisa dibilang sebagai karya non fiksi namun banyak cerita di dalamnya yang ditulis berdasarkan riset yang mendalam.
Buku ini sesuai judulnya lebih banyak bercerita mengenai GadjahMada, nama yang mungkin lebih dikenal karena sumpah Palapanya.
Buku pertama bercerita tentang jasa gadjah mada dalam menyelamatkan Sri Baginda Jayanegara pada pemberontakan yang dilakukan oleh Ra Kuti dan rekan-rekannya. Mereka ini adalah orang-orang yang pernah berjasa pada negara dan diberi gelar kehormatan Rakean Winehsuka oleh Sri Baginda.
Kehancuran besar-besaran terhadap majapahit dapat pasti terjadi kalau saja tidak ada seseorang yang membocorkan perihal pemberontakan tersebut kepada GadjahMada. Seseorang tersebut menggunakan nama sandi ‘bagaskara manjer kawuryan’. Perang yang terjadi antara kedua pasukan ini tak bisa dihindari dan karena kelicikan Ra Kuti, gadjah mada dan pasukannya terpaksa mengungsi meninggalkan istana. Kejar-kejaran antara keduanya sangat menarik, terlebih dengan adanya mata-mata di kedua belah pihak. GadjahMada terpaksa mengungsikan sendiri jayanegara terpisah dari pasukannya. Usaha untuk menemukan mata-mata di dalam tubuh pasukan bayangkara ini meninggalkan penyesalan mendalam bagi Gagak Bongol karena kecerobohannya telah memenggal kepala Mahesa Kingkin, sahabatnya sendiri yang ia kira sebagai mata-mata tersebut.
Ra Kuti sendiri merasa sangat uring-uringan karena tidak mendapat dukungan dari rakyat , selain itu rencananya untuk menggantung kepala jayanegara di alun-alun kota tampaknya tidak akan pernah terwujud. Ia bahkan membunuh rakyat yang melakukan pepe di alun-alun. (Pepe adalah salah satu bentuk musyawarah terbuka yang dicetuskan oleh Raden Wijaya, raja majapahit sebelumnya. Pada pepe, rakyat berkumpul di alun-alun dan mengutarakan permasalahan mereka langsung di depan raja).
Setelah berhasil melarikan Jayanegara, gadjahMada menyusun pasukan secara sembunyi-sembunyi untuk mengambil kembali kekuasaan dan mengembalikan keadaan majapahit yang porak poranda akibat ulah para pasukan ra kuti. Sebelumnya ia harus lebih dulu membebaskan AryaTadah, mahapatih majapahit yang ditawan oleh Ra Kuti. Ra Kuti sendiri akhirnya memlilih mati daripada menyerah.
Tahun berlalu setelah pemberontakan tersebut, suasana majapahit berangsur-angsur pulih. Sampai pada suatu hari, Sri Jayanegara menderita sakit yang cukup parah. Dipanggillah Ra Tanca, ia tabib yang sangat handal dalam meracik obat, dan racun. Walaupun dulunya ia adalah kaki tangan Ra Kuti, namun ia telah diampuni dan bahkan pernah beberapa kali mengobati raja dan para sekar kedaton. Namun, tidak disangka kali itu ia memberikan racun kepada jayanegara. Dalam sekejap Jayanegara menghembuskan nafas terakhirnya dan seketika itu pula keris gadjahMada menancap di dada Ra Tanca. Bagaskara manjer kawuryan, kata-kata itulah yang terakhir keluar dari mulutnya, menyisakan tanda tanya besar pada gadjah mada.

Comments»

No comments yet — be the first.