jump to navigation

pembaca saja June 5, 2007

Posted by dua rahasia in Bait-bait puisi.
add a comment

aku pernah coba tulis cerita
tapi tak selesai
karena memang tak bakat mengkhayal

sekarang lagi gila puisi
lalu coba tulis satu
eh…malah jadi dua, sekarang tiga dan seterusnya
tapi kupikir lagi
rasanya biasa
tak istimewa
nggak ada feelnya
memang dasarnya bukan penulis
aku ini pembaca saja

muak June 5, 2007

Posted by dua rahasia in Bait-bait puisi.
add a comment

sepuluh jam per hari enam hari seminggu
kadang lebih
berjumpa dengan jejeran kotak-kotak hitam tertata rapi
di atas setiap meja di kantorku
pc pc yang menjadi jantung
melebihi jiwa jiwa yang menatapnya
mengalahkan semangat pekerja yang memakainya
entah apa jadinya tanpa mereka
tanpa pc itu maksudku
lama lama aku muak
sudah ya, sampai sini saja

Warteg June 5, 2007

Posted by dua rahasia in Bait-bait puisi.
add a comment

kunikmati kembali nasi hangatmu
berlauk tempe dan kadang telur atau sepotong ayam
tak lupa sedikit sambal

setiap hari lama lama aku bosan
tapi tidak para kuli bangunan
atau tukang becak dan sopir bajaj
tidak juga para pekerja rendahan sekitar komplek ini
karena itulah pilihan yang lebih baik daripada lapar
karena lainnya tak terjangkau tangan
karena istri tidak masak di rumah
karena ia belum dapet upah hari ini

aku ingin June 5, 2007

Posted by dua rahasia in Bait-bait puisi.
add a comment

aku ingin sebentar saja
mengantarkan mimpi ke singgasana
hingga habis keluh kesah semua
dimanakah tempatnya?

aku ingin sesaat saja
melagukan doa para penyair
hingga tiada lagi kata
adakah kupikir?

aku ingin sekali saja
mencium rasa yang mati
hingga aku rasa jenuh
mungkinkah semua?

sekenaku June 5, 2007

Posted by dua rahasia in Bait-bait puisi.
add a comment

dingin telah membawaku beku
meniti jejak yang kau tinggalkan
dalam lamunan masa

pernahkah kau bertanya
apa itu cinta?
apa itu duka?
apa itu luka?

cinta adalah ikhlasnya malam pada pagi
hingga mereka tak sudi bersua
duka adalah gugurnya daun pada ranting
sampai menyokongnya bertahan
luka adalah ketika doa justru membawamu pergi